Selasa, 05 Maret 2013

Mengenal Sang Legendaris Honda Civic

http://gambar.otomotifnet.com/Kanal%20MOBIL/Tips/2011/04-April/20110426civic_2.jpg
Dalam ranah otomotif, nama Honda Civic layak disebut legenda. Tak hanya karena rentang waktu kisah perjalanan selama 38 tahun. Akan tetapi, Civic juga acap menjadi yang terdepan dalam urusan teknologi. Dan hal inilah yang terus terlihat sepanjang evolusinya hingga kini.

Civic sendiri diperkenalkan pertama kali tahun 1972 oleh Honda. Awalnya mendapatkan reputasi sebagai mobil berbahan bakar efisien, handal dan ramah lingkungan dengan teknologi CVCC (Compound Vortex Controlled Combustion) yang dibawanya. Namun dalam perkembangan berikutnya, ia menjadi terkenal karena kinerja dan sportyness point yang dibawanya.

Maka membicarakan generasi keempat Civic yang dihuni platform EC, ED, EE dan EF, atau lebih dikenal dengan Civic LX (di bawah tahun ‘90), Grand Civic dan Civic ‘Nouva’ di pasar dalam negeri, rasanya akan mewakili sebagian semangat transformasi Civic tersebut. Dimana menurut sebagian orang, generasi yang beredar medio 1988-1991 inilah yang saklek membuat Civic memiliki sporty feeling namun dengan style yang jauh dari unsur klasik.

“Modelnya keren dan berkesan long lasting, suspensi empuk, interior luas dan paling lengkap,” sambut Yudha M Ekalaya atau biasa disapa Badooy, -pentolan grandcivic.com-, menuturkan alasannya cinta mati dengan Grand Civic. Sementara itu, ia juga disebut menawarkan posisi mengemudi yang asyik dengan pandangan luas dan kontruksi lantai dan dek yang berdekatan.

Tak berlebihan memang, karena menurut literatur,  generasi ini pada masanya termasuk varian sedan dan hatchback yang paling lengkap fiturnya di Indonesia. Sebut saja ia sudah dilengkapi dengan power steering (di atas tahun ’88), cetral lock, power window dan spion electric. Dimana untuk tipe di bawah tahun ’90 (Civic LX), memiliki unsur two-tone dengan warna bumper hitam.


Bahkan, “Di era awal pembuatan varian ini sangat digemari karena dia irit dan cukup kencang,” ulas Chandra Satrya Ananda, punggawa bengkel spesialis mesin Supernova di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur yang juga membesut Nouva.

Basic dapur pacu ketiga varian dari generasi ini adalah D series, yang punya spesifikasi 1.300 cc (Nouva) dan 1.500 cc (LX/Grand Civic), 16 valve, single carburator dan non VTEC. Klaim konsumsi bahan bakarnya 1:11-13.

Yang menarik, trah Civic ‘peralihan’ ini tak hanya laris sebagai mobil harian yang efisien. Tetapi juga sebagai bahan modifikasi kecepatan. “Part racing-nya masih banyak sekali pilihannya. Lagi pula istilahnya, kalo di-upgrade sedikit power-nya bisa besar,” terang Chandra, yang juga mengamini ketersediaan suku cadang bawaan masih melimpah.

Karena itu tak heran, permintaan unit untuk generasi pelawan Toyota Corolla Twincam ini masih cukup besar. Sekadar gambaran, “Nouva pasarannya sekitar Rp 40-50 jutaan. Kalo Grand Civic 30-35 jutaan,” bilang Damar Aryateja Asmara, pelaku serta pemerhati mobil-mobil retro Jepang. Harga-harga tersebut, tentu sangat tergantung kondisi dan option yang tersemat di mobil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar